Ketika
kuarter keempat mulai, tim SMPN 1 lagi-lagi meluncurkan strategi yang berbeda.
Mereka mencoba untuk melakukan defense sebanyak
mungkin agar dapat membuat CRAG Team kelelahan. Namun, tentu saja Cakka dan
teman-temannya tidak terpancing untuk menuruti mereka. Mereka tetap sebisa
mungkin terlihat semangat dan fokus pada tujuan mereka. Melakukan yang terbaik
apapun yang terjadi.
Tampilkan postingan dengan label Impian Bola Basket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Impian Bola Basket. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 November 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 28
Cakka
bergerak-gerak ketika sinar matahari masuk melalui jendela kamarnya. Pagi itu,
posisi tidurnya sudah tidak beraturan. Rambut pendeknya juga sudah berantakan.
Perlahan-lahan ia membuka matanya yang masih mengantuk dan berusaha duduk di
tempat tidurnya.
Cerbung | Impian Bola Basket Part 27
Gabriel,
Rio dan Ray hari ini pulang bersama karena mereka ingin berkumpul lagi di rumah
Ray. Diceramahi Pak Jo belakangan ini menjadikan kepala mereka sangat pusing.
Kolam berenang di rumah Ray bisa dijadikan refreshing sejenak sebelum lanjut
bertanding lagi besok. Namun, tiba-tiba Ray merasa panik karena menyadari ada
sesuatu yang hilang.
Cerbung | Impian Bola Basket Part 26
Cakka
menoleh ke arah pintu ketika mendengar pintu kamarnya diketuk. Ia berjalan
mendekati pintu kamarnya dan segera membukanya pelan-pelan. Ia pikir mungkin
kedua kakaknya atau Bunda yang ada di balik pintunya itu. Namun, dugaannya salah.
Ternyata orang lain. Cakka sampai kaget melihat kehadirannya.
Jumat, 14 November 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 25
Terdengar
suara langkah terburu-buru ketika Cakka turun ke bawah sambil mengucek-ngucek
matanya yang masih mengantuk. Begitu ia masuk ke ruang keluarga, ia mendapati
kakak perempuannya sudah siap dengan seragam sekolahnya. Kakinya melangkah ke
sana kemari, sibuk mengambil barang-barang yang ia butuhkan. Benar juga, hari ini
kan hari pertamanya mengikuti Ujian Nasional, sehingga Cakka akan libur tiga
hari ke depan.
Cerbung | Impian Bola Basket Part 26
TOK…
TOK… TOK…
Cakka
menoleh ke arah pintu ketika mendengar pintu kamarnya diketuk. Ia berjalan
mendekati pintu kamarnya dan segera membukanya pelan-pelan. Ia pikir mungkin
kedua kakaknya atau Bunda yang ada di balik pintunya itu. Namun, dugaannya
salah. Ternyata orang lain. Cakka sampai kaget melihat kehadirannya.
Rabu, 12 November 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 24
Berkali-kali
Cakka melakukan lay-up di lapangan,
mencoba mencetak angka untuk dirinya sendiri. Namun, usahanya tak kunjung
berhasil sampai setengah bajunya basah dengan keringat. Ia menangkap bolanya
yang mental dan segera memantulkannya keras sembarangan. Kemudian, ia berjalan
menuju bangku yang ada di pinggir lapangan untuk beristirahat. Ia menundukkan
kepalanya, membiarkan ia mengatur nafasnya terlebih dahulu.
Cerbung | Impian Bola Basket Part 23
Setelah ekskul basket
selesai, Cakka langsung buru-buru pulang tanpa menunggu teman-temannya. Masih
ingat dengan janji Ayah kepada Cakka, bukan? Karena itu, dia tak ingin membuat
Ayah menunggu terlalu lama. Apalagi dia harus mandi dan bersiap-siap terlebih
dahulu sebelum pergi. Tak mungkin ia pergi ke rumah orang lain dengan badan bau
tak sedap. Entah teman-teman Cakka akan mengerti atau tidak tanpa harus Cakka
beritahu soal ini. Tadi dia tak sempat memberitahu mereka.
Selasa, 11 November 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 22
Hari pertama semester
genap!
Tentu saja Cakka
semangat untuk bangun pagi-pagi dan bersiap-siap ke sekolah. Ia mandi sekitar
jam lima pagi, kemudian membuat sarapannya sendiri dengan roti dan telur. Biru,
Elang, Ayah dan Bunda sampai kaget melihat Cakka sudah melahap sarapannya
ketika mereka semua baru bangun tidur. Bukan hanya karena ingin cepat-cepat
bertemu dengan teman-temannya lagi, namun juga karena ia ingin segera menjadi
pelajar kembali. Rasanya sudah lama sekali ia memegang buku pelajaran. Dan itu
membuat tangannya ‘gatal’.
Cerbung | Impian Bola Basket Part 21
Sesampainya di rumah,
Cakka, Biru dan teman-teman mereka langsung disambut hangat oleh Bunda dan juga
Ayah yang kebetulan sedang ada di rumah. Kedua orang tua mereka benar-benar
kaget namun gembira melihat segerombolan anak-anak masuk ke dalam rumah. Baru
kali ini Cakka dan Biru membawa teman-teman mereka berdelapan sekaligus.
Apalagi saat mereka mengetahui bahwa mereka akan belajar bersama. Benar-benar
membanggakan.
Cerbung | Impian Bola Basket Part 20
Angka sudah
menunjukkan jam enam sore. Sekolah SMPN 1 sudah sepi karena semuanya sudah pada
pulang ke rumah masing-masing. Hanya tertinggal Pak Jo, Biru, Elang, Cakka beserta
teman-teman dari CRAG Team yang masih ada di depan gerbang sekolah. Sementara
Ayah katanya akan menunggu di mobil.
Cerbung | Impian Bola Basket Part 19
Kuarter pertama sudah
berlangsung delapan menit dan skor masih menunjukkan bahwa CRAG Team unggul
dengan 12-10. Para pemain di lapangan mulai terlihat banyak yang menghapus
peluh tenaga mulai banyak berkurang. Tapi, CRAG Team tidak ingin bersantai.
Walaupun mereka unggul, tim SMPN 1 dengan kapten tim basket Verrell Simonius
Charell tidak bisa dianggap enteng. Justru mereka berlima harus diwaspadai.
Sabtu, 11 Oktober 2014
Cerbung | Impian bola Basket Part 18
Sabtu sore itu, Cakka
sudah siap dengan baju seragam basketnya yang berwarna merah. Angka satu telah
tertulis di balik punggungnya besar-besar di baju itu dengan nama Cakka di
atasnya. Perlengkapan yang ia butuhkan untuk pertandingan hari ini sudah ia
siapkan sejak kemarin, namun rasanya masih ada yang kurang. Ia belum bisa
berangkat ke tempat pertandingan tanpa...
Selasa, 30 September 2014
Jumat, 26 September 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 15
Hari demi
hari berlalu dengan cepat. Pekan ulangan yang sudah dimulai beberapa hari yang
lalu membuat semua murid SMP sibuk belajar. Kantin yang biasanya selalu penuh
menjadi agak sepi karena lebih banyak murid yang tinggal di kelas untuk
menyicil pelajaran yang akan diuji. Lapangan yang biasanya dipenuhi oleh para
anak basket dan murid-murid yang menyoraki mereka juga tampak kosong semenjak
pekan ulangan dimulai. Sama sekali tidak ada suara kegaduhan yang meramaikan
area sekolah.
Minggu, 21 September 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 14
Pesta ulang tahun
Cakka berlangsung hingga jam delapan malam. Tadi setelah makan kue bersama di
taman, rumahnya seketika menjadi ramai karena teman-teman satu kelas dan ekskul
basketnya makan malam bersamanya. Makanan yang dimasak oleh Bunda tadi
benar-benar lezat seperti biasanya. Bahkan tak hanya nafsu makan Ray yang
bertambah, yang lainnya juga. Bakat memasak Bunda memang tidak bisa diragukan
lagi. Hampir tak ada yang makan hanya satu porsi. Semuanya menambah. Makanya,
semua orang tampak lelah hari ini. Bunda, Biru, Elang, bahkan dirinya pun juga
lelah melayani mereka.
Selasa, 09 September 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 13
“Aku pulang!” teriak
Cakka ketika dia sampai di rumah. Ia segera membuka sepatu dan kaus kaki
sekolahnya dan segera masuk ke dalam rumah.
Hari ini rumah tampak
berbeda. Selain Biru dan Elang yang memang belum pulang, Cakka tidak melihat
batang hidung Bunda. Padahal, biasanya dia selalu menyambut kedatangannya jika
dia pulang sekolah. Atau paling tidak ia akan menyahut dari dapur. Tapi, kali
ini dapur juga kosong. Pantas saja tadi tidak ada yang menjawab. Tapi, pertanyaannya
sekarang, kemana Bunda? Tidak biasanya dia pergi di siang hari.
Senin, 08 September 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 12
Malam ini benar-benar malam yang panjang untuk Cakka. Walaupun ia sudah
berkali-kali menutup matanya, ia tetap saja tidak bisa terlelap. Padahal,
langit di luar sana sudah semakin gelap. Jam dinding yang digantung di dekatnya
sudah menunjuk ke arah angka sepuluh, menunjukkan hari sudah semakin larut. Dan
besok bukanlah hari libur. Kalau dia tidak segera tidur, ia pasti akan susah
bangun pagi.
Minggu, 07 September 2014
Cerbung | Impian Bola Basket Part 11
Cakka hanya menundukkan kepalanya ketika Ayah dengan tegas mengatakan bahwa
dia sama sekali tidak boleh bergaul dengan siapapun yang masuk di ekskul
basket. Wajahnya yang begitu seram menunjukkan kerutan yang sangat intens
ketika dia menatap anaknya tersebut. Elang, Biru dan Bunda yang melihat dengan
mata kepala sendiri kejadian itu juga hanya bisa diam.
Langganan:
Postingan (Atom)

