Tampilkan postingan dengan label Cerpen Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 November 2015

Dialog - Matahari dan Malam


Matahari
Aku selalu ceria menghadapi semua yang ada di depanku. Setiap hari aku memberikan cahaya kepada semua orang yang membutuhkan semangat. Mungkin kalian tidak sadar, tapi dunia ini sangatlah indah dengan rumput hijau, udara segar dan burung-burung yang berkicau dengan merdu. Buatku, tak ada alasan untuk tidak menyukai kehidupan ini.

Rabu, 01 Juli 2015

CERBUNG | FRIENEMIES #1 [TAK ADA TEMPAT SEPERTI SURGA]


“Mulai besok kamu tidak perlu masuk ke sekolah lagi.”
Kata-kata itu masih terngiang-ngiang di pikiran Gabriel. Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya dia dikeluarkan dari sekolah. Bahkan Ayah dan Bunda sudah hampir putus asa karena kasus drop out yang dihadapinya.

Senin, 02 Maret 2015

Drabble | Toko Buku Seorang Malaikat


Setiap pagi aku selalu datang ke toko buku yang ada di dekat sekolahku itu. Selain karena buku-bukunya yang lengkap, aku selalu mendapatkan ketenangan tersendiri jika berada di sana. Biasanya, aku bisa menghabiskan waktu sampai dua-tiga jam hanya untuk membaca buku-buku cerita pendek yang kebetulan sudah tidak tersegel plastik. Mungkin dalam sepuluh kali datang, hanya dua kali saja aku membeli buku. Bukannya bermaksud apa-apa, tapi ekonomiku sebagai pelajar SMA tentu tidak terlalu banyak. Untungnya, penjaga toko buku tersebut tidak keberatan memiliki pelanggan sepertiku.

Senin, 21 Juli 2014

Cerpen | Sahabat Loker Part 2 [Ending]



Mungkin kau sudah mendengar bahwa aku terkena skors karena dituduh membawa rokok. Kalau tidak, harus kuberitahu kau bahwa aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak tahu siapa yang memasukkan rokok-rokok itu ke dalam tasku dan aku tak punya cukup bukti untuk membongkarnya. Entahlah, aku tidak tahu apa yang akan dikatakan Bunda kepadaku karena hal ini. Hanya kau yang mau mendengarkan ceritaku. Kirimkanlah balasan suratku ke rumahku di komplek Matahari, aku tidak akan datang esok.

Cerpen | Sahabat Loker Part 1



Iqbaal Dhiafakhri, anak itu tengah duduk di pinggir lapangan sambil bersandar pada tiang penyangga atap koridor sambil melamun. Telinganya mendengar suara canda tawa teman-temannya, hidungnya mencium bau aroma persahabatan, hatinya seakan-akan bisa merasakan bagaimana indahnya memiliki teman dekat. Benar-benar menggiurkan seperti kue tar besar buatan Ibu. Padahal, sejak dia duduk di bangku SMP, dia benar-benar tak memiliki satupun teman.