Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2015

CERBUNG | FRIENEMIES #12 [DEMI CINTA]


Walau hati ini t'rus menangis, menahan kesakitan ini
Tapi ku lakukan semua demi cinta

KRIINGGG!!
Seperti biasanya, kalau bel pulang sekolah sudah berbunyi, para siswa siswi pasti langsung berhamburan keluar kelas supaya bisa cepat sampai ke rumah. Tak perlu repot-repot membereskan buku lagi, karena jauh sebelum jam pulang, mereka sudah membereskan semuanya. Memang tipikal murid malas semua penghuni 10-IPA1 ini.

Jumat, 10 Juli 2015

CERBUNG | FRIENEMIES #11 [LASKAR PELANGI]


-Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga-

   “Yel! Oper ke gue, Yel!” teriak Rio di halaman belakangnya. Ia melambaikan kedua tangannya tinggi-tinggi agar kakaknya dapat memberi bola kepadanya. Untungnya Gabriel peka. Dia langsung dengan sigap melempar bolanya ke arah Rio. Cakka yang dari tadi berusaha merebut bola langsung berlari ke arah Rio.

Minggu, 05 Juli 2015

CERBUNG | FRIENEMIES #10 [PERSAHABATAN]


Betapa bahagianya dapat saling menyayangi,
mensyukuri karunia-Nya

“Bro, lo kenapa sih?” tanya Alvin begitu Cakka berhenti dan segera duduk di pinggir lapangan. Padahal, Alvin baru saja mau melanjutkan aksinya lagi sebagai anak basket.
Cakka menggelengkan kepalanya cuek.
“Nggak biasanya lo gampang nyerah, pasti ada masalah,” kata Alvin sambil mendribel bola menuju tempat dimana Cakka duduk. Ia langsung mengambil tempat di sebelah Cakka. “Lo berantem sama Rio dan Deva?”

Rabu, 01 Juli 2015

CERBUNG | FRIENEMIES #9 [TAK ADA YANG ABADI]


—Takkan selamanya tanganku mendekapmu,
Takkan selamanya raga ini menjagamu

“Eh, Deva, masuk, Va.” kata Rio begitu ia melihat sahabatnya di balik pintu rumah. Ia membiarkan Deva masuk dan langsung mengajaknya ke ruang keluarga, dimana Gabriel sedang menonton televisi.

CERBUNG | FRIENEMIES #8 [PERFECT]


—I'm never gonna be good enough for you,
can't pretend that I'm alright

Devi menggelengkan kepalanya ketika melihat Deva masih tertidur lelap di tempat tidurnya ketika semua adik-adiknya sudah ada di meja makan. Padahal, biasanya Devalah yang membangunkan semua anggota keluarga di pagi hari. Namun, lihatlah sekarang, dia masih sibuk mendengkur keras dan bergelayut dengan bantal gulingnya.

CERBUNG | FRIENEMIES #7 [MISTERI ILAHI]


Lelah kaki melangkah, tersesat tiada arah, suara hati smakin lemah
terkikis oleh amarah

Rio menghela nafasnya menatap Gabriel yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya. Kakak kembarnya itu ia temukan di taman komplek, tempat dulu biasanya mereka bermain. Kedua tangannya yang besar dikatupkan kuat. Badannya bergetar karena tangisan yang keluar darinya tak berhenti. Yang terdengar di telinga Rio hanyalah isakan sedihnya.

CERBUNG | FRIENEMIES #6 [HEAVEN]


Don't laugh dont scream to your people
Don't even cry to your sister

Pagi ini Cakka berangkat lebih pagi karena ia ingin tidur terlebih dahulu di kelas. Rasanya pusing memikirkan masalah keluarganya. Ide kakaknya untuk mencari kerja itu sering membuatnya tak bisa tidur semalaman. Padahal, Cakka sudah berusaha menolak. Tapi, kakaknya itu tetap saja mendesak Cakka untuk ikut bantu-bantu orang tua. Tapi, cari pekerjaan itu kan tidak gampang? Apalagi untuk anak SMA seperti dia. Waktunya sudah tersita untuk belajar. Kalau dia memiliki banyak waktu luang seperti Elang, mungkin ia akan lebih leluasa bekerja.

CERBUNG | FRIENEMIES #5 [COBALAH MENGERTI]



Hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu, jadi tetaplah di sini dan mulai menerimaku

Suasana menjadi tidak enak karena pertengkaran Cakka dan Rio kemarin. Bahkan Deva sampai kaget melihat dua sahabatnya itu diam-diaman di kelas. Padahal, mereka kan duduk depan-belakang. Jangankan Deva, anak-anak yang lain juga ikut-ikutan heran. Rio dan Cakka itu sudah terkenal bersahabat dalam perbedaan. Walaupun suka bertengkar, tapi mereka sebenarnya saling melengkapi. Kalau sudah begini, pasti ada masalah besar.

CERBUNG | FRIENEMIES #4 [TUNJUK SATU BINTANG]


Tunjuk satu bintang dan raihlah,
jangan kau berhenti dan menyerah

Hari Minggu, waktu yang bagus untuk tidur sampai siang. Dan sepertinya itu yang dilakukan Gabriel. Rio memergoki kakaknya itu masih terlelap pulas di tempat tidurnya saat dia bangun tadi. Padahal, jam tujuh pagi begini biasanya dia sudah bangun. Ia hanya tersenyum dari balik pintu.

CERBUNG | FRIENEMIES #3 [KASIH TAK SAMPAI]


—Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini agar menjadi saksi cinta kita berdua—

Pagi itu, Rio sudah siap dengan baju rapi di depan cermin. Ia menata rambutnya perlahan-lahan sambil menunggu kakak kembarnya selesai mandi. Mumpung hari ini akhir pekan, Rio berencana untuk pergi menjenguk Ayah bersama keluarganya. Kalau dipikir-pikir, mereka sudah lama sekali tidak ke sana.

CERBUNG | FRIENEMIES #2 [DEALOVA]


Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi

“Cakka, Deva, pagi!”
Cakka dan Deva yang sedang sibuk masing-masing di kelas langsung menoleh begitu Rio dan Gabriel sampai. Cakka menatap anak kembar tersebut sejenak, kemudian langsung sibuk sendiri lagi. Berbeda dengan Deva yang langsung menghampiri mereka sambil tersenyum.

CERBUNG | FRIENEMIES #1 [TAK ADA TEMPAT SEPERTI SURGA]


“Mulai besok kamu tidak perlu masuk ke sekolah lagi.”
Kata-kata itu masih terngiang-ngiang di pikiran Gabriel. Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya dia dikeluarkan dari sekolah. Bahkan Ayah dan Bunda sudah hampir putus asa karena kasus drop out yang dihadapinya.

Minggu, 15 Februari 2015

Cerbung | The Real Him Part 11 [ending]


Pensi tinggal beberapa hari lagi. Hari ini adalah latihan terakhir yang akan dilakukan MIFI Band di sekolah. Untuk penampilan duet, solo dan lain-lainnya, tergantung masing-masing dari mereka. Masih mau latihan atau tidak. Yang jelas, jeda hari besok dipakai mereka untuk istirahat agar saat pensi nanti, mereka bisa menampilkan yang terbaik untuk para pengunjung yang datang.
Cakka sendiri sebenarnya merasa waktu latihannya masih kurang. Rencana kolaborasinya dengan Ray masih belum mantap. Kalau ia tidak latihan lagi, entah apa yang akan terjadi dengan hari pensi nanti. Karena itulah hari ini ia main ke rumah Ray setelah selesai latihan di sekolah.

Cerbung | The Real Him Part 10


“Cieee... kangen ya sama gue?”
Cakka langsung memeluk orang yang ada di hadapannya sekarang dengan erat. Kemudian, mempersilahkannya masuk ke dalam. Ia mengajak orang tersebut untuk mengobrol di ruang tamunya. Setelah mereka duduk di sofa, baru Cakka bertanya, “Kok lo bisa di sini sih? Bukannya lo pindah ke Amrik? Sekolah di sana belum kelar satu semester, kan?”
“Kejutan dong,” katanya. “Gue belum masuk sekolah, entar semester genap baru masuk. Nanggung sih, daripada gue masuk di tengah-tengah semester, mendingan entar aja. Hehe, makanya sekalian ke sini, sekalian ikut nonton pensi sekolah kalau bisa. Hitung-hitung reuni sama temen-temen sekolah juga. Kaget kan lo?”

Cerbung | The Real Him Part 9


Ujian sekolah sudah selesai. Itu artinya anak-anak sudah bisa santai di rumah, menikmati liburan satu bulan setengah sebelum memulai semester dua. Namun, yang ada di benak mereka tentu saja bukan hanya liburan, tapi juga pensi mereka yang akan diadakan setelah mengambil rapor. Tepatnya di akhir desember, karena ini adalah pensi tutup tahun dan semester.
Tapi, yang namanya liburan, tentu saja tak disia-siakan sama sekali oleh Cakka. Yang tadinya ia harus bangun pagi-pagi untuk sekolah, sekarang dia molor sampai jam delapan. Selimutnya berantakan, kakinya ditekuk sebelah, satu tangannya juga menutup keningnya. Sementara mulutnya sibuk mengeluarkan suara orang ngorok. Kedua kakaknya sampai tak habis pikir dengan adiknya tersebut. Berubah kok setengah-setengah. Padahal, hari ini dia bukannya tak harus ke sekolah. Jam sepuluh dia sudah harus ada di ruang musik untuk berlatih dengan MIFI Band. Tapi, Bunda bilang, tak apa-apa.

Kamis, 12 Februari 2015

Cerbung | The Real Him Part 8


Ayah Ryan sedang menikmati teh hangatnya ketika Ray baru saja pulang. Ia langsung tersenyum begitu melihat batang hidung anaknya sudah muncul di balik gelapnya ruang keluarga, dimana dia berada sekarang. Ray yang menyadari keberadaan Ayahnya langsung menaruh tas di sofa dan duduk di samping Ayahnya.
“Ayah.” panggil Ray sambil tersenyum. “Ayah kok udah pulang? Ini kan masih sore.”
“Iya, Ayah sengaja pulang cepat supaya Ayah bisa menjaga Acha. Takutnya dia malah lemes lagi kayak kemarin. Kamu kan juga lagi sibuk.” kata Ayah Ryan.

Cerbung | The Real Him Part 7


Pagi ini Cakka sangat kesal dengan Ray. Mood-nya yang kemarin sudah baik kembali lagi menjadi buruk karena teman sebangkunya tersebut. Bukan apa-apa, tapi anak itu sejak tadi pagi berbeda. Mulutnya yang biasanya mengoceh sekarang tertutup rapat. Diajak bicara bukannya dijawab, malah diam saja seperti patung. Setelah Cakka mengguncang-guncang tubuhnyapun dia tetap saja diam. Bahkan justru ia langsung pergi meninggalkannya. Lebih kesalnya lagi, teman-teman sekelasnya bukannya membantu, malah menahan tawa.

Kamis, 05 Februari 2015

Cerbung | The Real Him Part 6


Senyum Rio sejak tadi tidak muncul-muncul. Tangannya sibuk memegang kain pel, berusaha secepat mungkin membersihkan toilet laki-laki yang menurutnya cukup kotor ini. Gara-gara Cakka menempelkan lem di bangkunya, Rio jadi terkena sial dua kali. Selain celananya sobek, ternyata teriakannya tadi bertepatan dengan kehadiran Pak Duta di kelas sehingga beliau langsung menvonisnya hukuman menyebalkan ini kepadanya. Mending kalau hanya satu toilet, nah ini harus dua lantai yang ia bersihkan. Itu artinya ia harus membersihkan empat toilet sekaligus. Entah ia harus bolos berapa jam pelajaran gara-gara hukumannya ini. Bisa jadi dia sampai pulang harus bergaul dengan toilet!

Senin, 02 Februari 2015

Cerbung | The Real Him Part 5


Ujian biologi di kelas Cakka pagi ini berlangsung agak bising dengan beberapa anak yang sesekali mengeluarkan suara putus asa. Entah karena memang tak bisa mengerjakan atau merasa sebal karena meja mereka dipisah dari teman sebangku. Soal-soal yang keluar memang selalu susah, bahkan setelah mereka belajar susah payah, pasti ada saja yang menhancurkan semua kerja keras mereka. Entah satu atau dua soal. Apalagi kalau soal ujiannya pilihan ganda dan esai. Benar-benar menjauhkan nilai sempurna dari mereka.

Sabtu, 31 Januari 2015

Cerbung | The Real Him Part 4


Hari ini genap tiga bulan Ray bersekolah di SMA MIFI. Setelah beradaptasi lebih banyak dengan sekolah barunya, Ray sudah bisa hafal dimana letak-letak tempat yang harus ia kunjungi. Ray sudah cukup nyaman bersekolah di sana. Menurutnya, SMA MIFI tak kalah seru dengan sekolahnya yang ada di Bekasi. Teman-teman yang ada di SMA MIFI ini semuanya dapat menerimanya dengan baik. Bahkan ia juga bisa akrab dengan beberapa kakak dan adik kelasnya berkat ikut dalam ekskul band. Tapi, sejauh ini, Ray masih belum bisa akrab dengan Cakka. Laki-laki itu masih seperti bunglon, kadang-kadang baik, kadang-kadang juga kejam. Sepertinya dia masih dendam soal ekskul waktu itu.