Tampilkan postingan dengan label Serial Chase & Ellose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serial Chase & Ellose. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2014

Serial Chase & Ellose | My Brother My Hero


Cakka memberanikan diri membuka matanya begitu ia merasa aman. Padahal ia sudah pasrah saja membiarkan dirinya terkena tamparan. Tangan yang sempat diayunkan temannya itu sama sekali tidak menyentuh pipinya sedikitpun. Perasaan takut yang sempat menghantuinya pelan-pelan memudar begitu melihat sesosok laki-laki tengah menahan tangan temannya itu dengan kuat.

Minggu, 17 Agustus 2014

Serial Chase & Ellose | Gara-Gara Panjat Pohon


Cakka tersenyum lebar melihat ke atas sambil terus memanjat pohon besar yang cukup jauh dari rumahnya. Hari ini adalah hari libur, ia tak mau menyia-nyiakan waktu kosongnya tanpa memanjat berbagai pohon yang ia temui. Selain karena menyenangkan, ia juga ingin menjadi pemanjat pohon yang handal. Bagi Cakka, mahir memanjat pohon bisa membuatnya berguna di kemudian hari. Selain meningkatkan stamina, dia juga jadi berani. Lagipula, dia sangat suka fotografi. Ia senang memotret dari atas pohon.

Selasa, 05 Agustus 2014

Serial Chase & Ellose | Unconditional Love



Udara segar pagi itu membuat kedua laki-laki remaja yang tinggal di jalan Kaliurang tersebut tak tahan untuk keluar menikmatinya. Sudah hampir empat tahun mereka tinggal di daerah itu dan mereka sudah merasa nyaman dengan lingkungan baru yang mereka tempati. Rasa rindu kepada rumah mereka yang lama telah mereka kubur dengan harapan bahwa suatu saat nanti, mereka pasti akan melihatnya kembali. Entah kapan.

Senin, 28 Juli 2014

Serial Chase & Ellose | Belajar Sepeda



Yang tadinya terasa nyaman, kini terasa ganjal. Yang tadinya terasa mengasyikkan, kini terasa membosankan. Yang tadinya tersenyum, kini menundukkan kepala. Suara napas seorang Chase Karayne sungguh kencang ketika sedang menemani kakaknya di taman. Menjadi dirinya sungguh serba salah. Sejujurnya ia bosan duduk di pinggir dan menontonnya tertawa bersama teman-temannya. Namun, ia juga akan bosan jika kakaknya meninggalkannya sendirian di rumah. Tapi, ia juga tak bisa ikut bersenang-senang bersama mereka karena ia tak bisa mengendarai sepeda. Lagipula, ia tak mempunyai sepeda sendiri. Setiap kali ingin pergi dengan sepeda, dia selalu meminta kakaknya mengantar.

Senin, 12 Mei 2014

Serial Chase & Ellose | Menjaga Ellose



Suara batuk-batuk keras menggema rumah mereka hingga sampai ke pintu depan rumah. Kini Cakka sudah berumur delapan tahun. Dan dia baru saja pulang dari membeli bubur di dekat rumahnya. Dia langsung tercengang mendengar suara batuk-batuk itu. Ia segera menyiapkan segelas air hangat dan juga obat untuk orang itu dan berlari menghampirinya di kamar. Seplastik bubur yang ia beli sementara ia taruh di meja makan terlebih dahulu.

Sabtu, 03 Mei 2014

Serial Chase & Ellose | Let Him Go



“Aku akan kuliah ke luar negeri.”
Cakka menoleh ke arah laki-laki yang berdiri di sampingnya. Matanya terbelalak meminta penjelasan. Kerutan pada dahinya seketika hilang. Mulutnya terkunci rapat, seakan tak bisa bicara. Suasana hening menguasai taman dimana mereka berada. Kalimat sependek itu ternyata bisa membuatnya bingung harus berbuat apa.

Rabu, 30 April 2014

Serial Chase & Ellose | Pindah Rumah



Pagi ini tidak terasa seperti hari-hari pagi cerah sebelumnya. Perasaan indah menyambut pagi hari yang menyapa hari ini sungguh berbeda. Bahkan kedua orang itu hanya bisa menghela napas mereka menyambut kenyataan. Hari ini bukanlah hari sekolah. Namun, mereka harus bangun jam lima pagi. Pagi-pagi sekali, mereka harus menggantungkan tas mereka dan pergi meninggalkan rumah bersama Ayah dan Bunda mereka.

Selasa, 29 April 2014

Serial Chase & Ellose | Nostalgia



Pagi itu langit sangat cerah. Matahari baru saja terbit, menyinari bumi hingga menembus jendela kamarku. Saat aku bangun dari tidurku, jam masih menunjukkan jam empat pagi. Padahal, aku belum pernah bangun sepagi ini sebelumnya. Menurut pandangan keluargaku, aku adalah anak berumur dua belas tahun yang selalu membuka mata setelah semua orang di rumah ini bangun. Untung saja hari ini adalah hari libur. Aku tak perlu terburu-buru untuk menyiapkan diri.

Sabtu, 26 April 2014

Serial Chase & Ellose | Brotherly Love



Serial Chase & Ellose ini adalah sebuah serial yang menceritakan tentang keseharian sepasang kakak beradik bernama Chase Karayne & Ellose Karayne alias Cakka dan Elang. Serial Chase & Ellose ini bukan cuma dikemas dalam bentuk cerpen saja, tapi ada yang dalam bentuk drabble juga. Setiap ceritanya tidak berhubungan satu sama lain. Jadi bisa dibilang mirip kumpulan cerpen. Bedanya kalau kumpulan cerpen kan isinya cerpen semua, nah Serial Chase & Ellose ini nggak cuma cerpen. Tapi, ada yang diceritakan dalam bentuk lain juga.


Ellose Karayne sungguh tak suka memiliki adik. Setidaknya itulah kesimpulanku selama ini. Setelah menempuh hidup tak lebih dari lima belas tahun, aku selalu melihat kakakku itu menatap sinis setiap kali kami bertatap muka. Belum lagi, sikapnya yang begitu menolakku. Entahlah. Lama-kelamaan aku ngeri melihat kakakku sendiri.
Sesungguhnya ini semua berawal dari kelahiranku. Tatapan tak bersahabat itu merupakan hal yang pertama kali aku lihat setelah senyuman bahagia Bunda. Matanya yang begitu tajam menatapku seakan-akan ia tak pernah mengharapkan aku lahir untuk menemaninya. Kedua tangannya terlipat di depan dada, sama sekali tak berniat untuk menyambutku. Dan kedua kakinya melangkah keluar ketika suaraku menghampiri telinganya. Setidaknya itu yang kulihat di video yang direkam Ayah pada hari itu. Ayah memperlihatkannya kepadaku ketika kami sekeluarga sedang menghabiskan waktu di akhir pekan lalu.