"Berjanjilah wahai sahabatku
Bila kau tinggalkan aku
Tetaplah tersenyum..."
Langkah kaki Rio terus menggema di jalan panjang itu. Ia
tak peduli tubuh kurusnya itu sudah lelah mengejar mobil silver yang jauh
mendahuluinya. Kalau dia tak berhasil mensejajarkan langkahnya dengan mobil
tersebut, mungkin dia akan menyesal seumur hidupnya.
Kecemasan yang ada di dalam dirinya terus berkecamuk di
dalam hati, harusnya tadi dia tidak bertengkar dengan Alvin. Ya, mereka memang
sering beradu mulut untuk hal-hal kecil. Mereka bersahabat karena perbedaan
yang mereka miliki itu. Tapi, bukan ini yang Rio mau.



