Cakka
menghela nafasnya lega ketika melihat satu kafe lagi yang belum didatanginya
hari ini. Ia menepuk dahinya pelan ketika menyadari bahwa ia belum masuk ke
dalam kafe tersebut. Dari sekian banyak kafe yang sudah ada di daftar
tongkrongannya, kenapa dia tak terpikir untuk nongkrong di kafe itu saja?
Benar-benar bodoh!
Tampilkan postingan dengan label Cerpen The Finest Tree. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen The Finest Tree. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 Oktober 2014
Rabu, 20 Agustus 2014
Serial Chase & Ellose | My Brother My Hero
Cakka
memberanikan diri membuka matanya begitu ia merasa aman. Padahal ia sudah
pasrah saja membiarkan dirinya terkena tamparan. Tangan yang sempat diayunkan
temannya itu sama sekali tidak menyentuh pipinya sedikitpun. Perasaan takut
yang sempat menghantuinya pelan-pelan memudar begitu melihat sesosok laki-laki
tengah menahan tangan temannya itu dengan kuat.
Selasa, 05 Agustus 2014
Serial Chase & Ellose | Unconditional Love
Udara
segar pagi itu membuat kedua laki-laki remaja yang tinggal di jalan Kaliurang
tersebut tak tahan untuk keluar menikmatinya. Sudah hampir empat tahun mereka
tinggal di daerah itu dan mereka sudah merasa nyaman dengan lingkungan baru
yang mereka tempati. Rasa rindu kepada rumah mereka yang lama telah mereka
kubur dengan harapan bahwa suatu saat nanti, mereka pasti akan melihatnya
kembali. Entah kapan.
Senin, 28 Juli 2014
Serial Chase & Ellose | Belajar Sepeda
Yang
tadinya terasa nyaman, kini terasa ganjal. Yang tadinya terasa mengasyikkan,
kini terasa membosankan. Yang tadinya tersenyum, kini menundukkan kepala. Suara
napas seorang Chase Karayne sungguh kencang ketika sedang menemani kakaknya di
taman. Menjadi dirinya sungguh serba salah. Sejujurnya ia bosan duduk di
pinggir dan menontonnya tertawa bersama teman-temannya. Namun, ia juga akan
bosan jika kakaknya meninggalkannya sendirian di rumah. Tapi, ia juga tak bisa
ikut bersenang-senang bersama mereka karena ia tak bisa mengendarai sepeda.
Lagipula, ia tak mempunyai sepeda sendiri. Setiap kali ingin pergi dengan
sepeda, dia selalu meminta kakaknya mengantar.
Sabtu, 19 Juli 2014
Cerpen | #TFTPassenger Version 2 | 'Reunited' Family
Cakka
duduk sendiri di sebuah pendopo dekat rumah untuk bermanja-manja dengan
gitarnya. Setelah selesai makan siang dengan Bunda, ia langsung buru-buru pamit
ke sana untuk menenangkan diri. Merenungkan bagaimana sepinya kehidupannya
sekarang. Sudah jauh berbeda setelah kedua orang tuanya berpisah. Tapi, ia juga
tak tahu harus berbuat apa untuk memperbaiki keadaan. Apalagi mengubah
kenyataan. Kehilangan, hatinya juga terasa menyakitkan. Setidaknya itulah yang
dirasakan laki-laki berbaju hijau itu sekarang.
Minggu, 13 Juli 2014
Cerpen | #TFTPassenger Version 1 | Let Her Go
![]() |
| Sumber gambar: kapanlagi.com |
Jogjakarta,
malam hari. Cakka hanya duduk sendiri di ruang makan sambil menatap laptopnya.
Sudah kesekian malam ia duduk di sana dan mengerjakan tugas sekolah. Sekolahnya
memberikan pekerjaan rumah berbentuk karya tulis. Kata gurunya, ia harus
mengarang seluruh hal yang menurutnya mengesankan dalam hidupnya selama tiga
minggu. Dan masalahnya tugas ini harus dikumpulkan minggu depan. Cakka sungguh
bingung bagaimana harus menyelesaikan tugas ini tanpa inspirasi yang tepat.
Sejauh ini tulisannya baru mencapai setengah halaman kertas A4. Sementara
gurunya menugaskannya agar mengarang minimal tiga halaman.
Selasa, 27 Mei 2014
Drabble | Jangan Nakal, Adikku Sayang
Chase
Karayne bukanlah anak-anak pendiam yang suka membaca buku. Dia juga bukan
anak-anak pecinta permainan komputer yang betah duduk di depan komputer
berjam-jam di rumah. Tapi, ia lebih senang bermain musik dengan kakaknya maupun
di luar rumah bersama teman-temannya. Kapanpun, dimanapun, asal dia memiliki
waktu senggang, ia pasti mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk bermain.
Kalaupun semua orang di dunia ini sibuk, ia tetap akan bisa bermain sendiri.
Senin, 12 Mei 2014
Serial Chase & Ellose | Menjaga Ellose
Suara
batuk-batuk keras menggema rumah mereka hingga sampai ke pintu depan rumah.
Kini Cakka sudah berumur delapan tahun. Dan dia baru saja pulang dari membeli
bubur di dekat rumahnya. Dia langsung tercengang mendengar suara batuk-batuk
itu. Ia segera menyiapkan segelas air hangat dan juga obat untuk orang itu dan
berlari menghampirinya di kamar. Seplastik bubur yang ia beli sementara ia
taruh di meja makan terlebih dahulu.
Sabtu, 03 Mei 2014
Serial Chase & Ellose | Let Him Go
“Aku akan
kuliah ke luar negeri.”
Cakka
menoleh ke arah laki-laki yang berdiri di sampingnya. Matanya terbelalak
meminta penjelasan. Kerutan pada dahinya seketika hilang. Mulutnya terkunci
rapat, seakan tak bisa bicara. Suasana hening menguasai taman dimana mereka
berada. Kalimat sependek itu ternyata bisa membuatnya bingung harus berbuat
apa.
Rabu, 30 April 2014
Serial Chase & Ellose | Pindah Rumah
Pagi ini tidak
terasa seperti hari-hari pagi cerah sebelumnya. Perasaan indah menyambut pagi
hari yang menyapa hari ini sungguh berbeda. Bahkan kedua orang itu hanya bisa
menghela napas mereka menyambut kenyataan. Hari ini bukanlah hari sekolah.
Namun, mereka harus bangun jam lima pagi. Pagi-pagi sekali, mereka harus
menggantungkan tas mereka dan pergi meninggalkan rumah bersama Ayah dan Bunda
mereka.
Selasa, 29 April 2014
Serial Chase & Ellose | Nostalgia
Pagi itu
langit sangat cerah. Matahari baru saja terbit, menyinari bumi hingga menembus
jendela kamarku. Saat aku bangun dari tidurku, jam masih menunjukkan jam empat
pagi. Padahal, aku belum pernah bangun sepagi ini sebelumnya. Menurut pandangan
keluargaku, aku adalah anak berumur dua belas tahun yang selalu membuka mata
setelah semua orang di rumah ini bangun. Untung saja hari ini adalah hari
libur. Aku tak perlu terburu-buru untuk menyiapkan diri.
Sabtu, 26 April 2014
Serial Chase & Ellose | Brotherly Love
Serial Chase & Ellose ini adalah sebuah serial
yang menceritakan tentang keseharian sepasang kakak beradik bernama Chase Karayne
& Ellose Karayne alias Cakka dan Elang. Serial Chase & Ellose ini bukan
cuma dikemas dalam bentuk cerpen saja, tapi ada yang dalam bentuk drabble juga.
Setiap ceritanya tidak berhubungan satu sama lain. Jadi bisa dibilang mirip kumpulan
cerpen. Bedanya kalau kumpulan cerpen kan isinya cerpen semua, nah Serial Chase
& Ellose ini nggak cuma cerpen. Tapi, ada yang diceritakan dalam bentuk
lain juga.
Ellose Karayne sungguh tak suka memiliki adik. Setidaknya itulah kesimpulanku selama ini. Setelah menempuh hidup tak lebih dari lima belas tahun, aku selalu melihat kakakku itu menatap sinis setiap kali kami bertatap muka. Belum lagi, sikapnya yang begitu menolakku. Entahlah. Lama-kelamaan aku ngeri melihat kakakku sendiri.
Sesungguhnya ini semua berawal
dari kelahiranku. Tatapan tak bersahabat itu merupakan hal yang pertama kali
aku lihat setelah senyuman bahagia Bunda. Matanya yang begitu tajam menatapku seakan-akan
ia tak pernah mengharapkan aku lahir untuk menemaninya. Kedua tangannya
terlipat di depan dada, sama sekali tak berniat untuk menyambutku. Dan kedua
kakinya melangkah keluar ketika suaraku menghampiri telinganya. Setidaknya itu
yang kulihat di video yang direkam Ayah pada hari itu. Ayah memperlihatkannya
kepadaku ketika kami sekeluarga sedang menghabiskan waktu di akhir pekan lalu.
Langganan:
Postingan (Atom)









