Tampilkan postingan dengan label Biru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2015

Cerbung | The Real Him Part 11 [ending]


Pensi tinggal beberapa hari lagi. Hari ini adalah latihan terakhir yang akan dilakukan MIFI Band di sekolah. Untuk penampilan duet, solo dan lain-lainnya, tergantung masing-masing dari mereka. Masih mau latihan atau tidak. Yang jelas, jeda hari besok dipakai mereka untuk istirahat agar saat pensi nanti, mereka bisa menampilkan yang terbaik untuk para pengunjung yang datang.
Cakka sendiri sebenarnya merasa waktu latihannya masih kurang. Rencana kolaborasinya dengan Ray masih belum mantap. Kalau ia tidak latihan lagi, entah apa yang akan terjadi dengan hari pensi nanti. Karena itulah hari ini ia main ke rumah Ray setelah selesai latihan di sekolah.

Cerbung | The Real Him Part 10


“Cieee... kangen ya sama gue?”
Cakka langsung memeluk orang yang ada di hadapannya sekarang dengan erat. Kemudian, mempersilahkannya masuk ke dalam. Ia mengajak orang tersebut untuk mengobrol di ruang tamunya. Setelah mereka duduk di sofa, baru Cakka bertanya, “Kok lo bisa di sini sih? Bukannya lo pindah ke Amrik? Sekolah di sana belum kelar satu semester, kan?”
“Kejutan dong,” katanya. “Gue belum masuk sekolah, entar semester genap baru masuk. Nanggung sih, daripada gue masuk di tengah-tengah semester, mendingan entar aja. Hehe, makanya sekalian ke sini, sekalian ikut nonton pensi sekolah kalau bisa. Hitung-hitung reuni sama temen-temen sekolah juga. Kaget kan lo?”

Cerbung | The Real Him Part 9


Ujian sekolah sudah selesai. Itu artinya anak-anak sudah bisa santai di rumah, menikmati liburan satu bulan setengah sebelum memulai semester dua. Namun, yang ada di benak mereka tentu saja bukan hanya liburan, tapi juga pensi mereka yang akan diadakan setelah mengambil rapor. Tepatnya di akhir desember, karena ini adalah pensi tutup tahun dan semester.
Tapi, yang namanya liburan, tentu saja tak disia-siakan sama sekali oleh Cakka. Yang tadinya ia harus bangun pagi-pagi untuk sekolah, sekarang dia molor sampai jam delapan. Selimutnya berantakan, kakinya ditekuk sebelah, satu tangannya juga menutup keningnya. Sementara mulutnya sibuk mengeluarkan suara orang ngorok. Kedua kakaknya sampai tak habis pikir dengan adiknya tersebut. Berubah kok setengah-setengah. Padahal, hari ini dia bukannya tak harus ke sekolah. Jam sepuluh dia sudah harus ada di ruang musik untuk berlatih dengan MIFI Band. Tapi, Bunda bilang, tak apa-apa.

Kamis, 12 Februari 2015

Cerbung | The Real Him Part 8


Ayah Ryan sedang menikmati teh hangatnya ketika Ray baru saja pulang. Ia langsung tersenyum begitu melihat batang hidung anaknya sudah muncul di balik gelapnya ruang keluarga, dimana dia berada sekarang. Ray yang menyadari keberadaan Ayahnya langsung menaruh tas di sofa dan duduk di samping Ayahnya.
“Ayah.” panggil Ray sambil tersenyum. “Ayah kok udah pulang? Ini kan masih sore.”
“Iya, Ayah sengaja pulang cepat supaya Ayah bisa menjaga Acha. Takutnya dia malah lemes lagi kayak kemarin. Kamu kan juga lagi sibuk.” kata Ayah Ryan.

Cerbung | The Real Him Part 7


Pagi ini Cakka sangat kesal dengan Ray. Mood-nya yang kemarin sudah baik kembali lagi menjadi buruk karena teman sebangkunya tersebut. Bukan apa-apa, tapi anak itu sejak tadi pagi berbeda. Mulutnya yang biasanya mengoceh sekarang tertutup rapat. Diajak bicara bukannya dijawab, malah diam saja seperti patung. Setelah Cakka mengguncang-guncang tubuhnyapun dia tetap saja diam. Bahkan justru ia langsung pergi meninggalkannya. Lebih kesalnya lagi, teman-teman sekelasnya bukannya membantu, malah menahan tawa.

Kamis, 05 Februari 2015

Cerbung | The Real Him Part 6


Senyum Rio sejak tadi tidak muncul-muncul. Tangannya sibuk memegang kain pel, berusaha secepat mungkin membersihkan toilet laki-laki yang menurutnya cukup kotor ini. Gara-gara Cakka menempelkan lem di bangkunya, Rio jadi terkena sial dua kali. Selain celananya sobek, ternyata teriakannya tadi bertepatan dengan kehadiran Pak Duta di kelas sehingga beliau langsung menvonisnya hukuman menyebalkan ini kepadanya. Mending kalau hanya satu toilet, nah ini harus dua lantai yang ia bersihkan. Itu artinya ia harus membersihkan empat toilet sekaligus. Entah ia harus bolos berapa jam pelajaran gara-gara hukumannya ini. Bisa jadi dia sampai pulang harus bergaul dengan toilet!

Senin, 02 Februari 2015

Cerbung | The Real Him Part 5


Ujian biologi di kelas Cakka pagi ini berlangsung agak bising dengan beberapa anak yang sesekali mengeluarkan suara putus asa. Entah karena memang tak bisa mengerjakan atau merasa sebal karena meja mereka dipisah dari teman sebangku. Soal-soal yang keluar memang selalu susah, bahkan setelah mereka belajar susah payah, pasti ada saja yang menhancurkan semua kerja keras mereka. Entah satu atau dua soal. Apalagi kalau soal ujiannya pilihan ganda dan esai. Benar-benar menjauhkan nilai sempurna dari mereka.

Sabtu, 31 Januari 2015

Cerbung | The Real Him Part 4


Hari ini genap tiga bulan Ray bersekolah di SMA MIFI. Setelah beradaptasi lebih banyak dengan sekolah barunya, Ray sudah bisa hafal dimana letak-letak tempat yang harus ia kunjungi. Ray sudah cukup nyaman bersekolah di sana. Menurutnya, SMA MIFI tak kalah seru dengan sekolahnya yang ada di Bekasi. Teman-teman yang ada di SMA MIFI ini semuanya dapat menerimanya dengan baik. Bahkan ia juga bisa akrab dengan beberapa kakak dan adik kelasnya berkat ikut dalam ekskul band. Tapi, sejauh ini, Ray masih belum bisa akrab dengan Cakka. Laki-laki itu masih seperti bunglon, kadang-kadang baik, kadang-kadang juga kejam. Sepertinya dia masih dendam soal ekskul waktu itu.

Cerbung | The Real Him Part 3


“Bawa nih!” Elang meletakkan sebuah kotak bekal di meja.
Cakka yang sedang sibuk melahap sarapannya hanya menatap kotak bekal tersebut cuek, kemudian kembali fokus dengan makanannya. Biru yang melihat tingkah adiknya tersebut hanya bisa menggelengkan kepala. Pasalnya, pagi ini Biru kembali mengerjakan tugas rutinnya. Membangunkan sang adik agar tidak terlambat ke sekolah. Dan hari ini ia berhasil. Cakka bangun lebih awal, namun seperti biasanya, Cakka langsung menekukkan wajahnya karena kesal setengah mati dengan tugas rutin kakaknya tersebut.

Minggu, 18 Januari 2015

Cerbung | The Real Him Part 2


Pagi ini Cakka berangkat sekolah dengan kedua kakaknya. Harusnya memang seperti ini. Semenjak Elang kuliah, ia diberi kewajiban untuk mengantar kedua adiknya ke sekolah sehingga iburan kelulusan waktu itu ia pakai untuk belajar mobil. Dan dengan kewajibannya ini, Bunda yang sudah lewat dari empat puluh tahun bisa agak bersantai di rumah karena tak perlu mengantar anak-anaknya lagi seperti dulu.
Cakka sih oke-oke saja jika disuruh berangkat dengan mereka. Tapi masalahnya, dengan adanya peraturan ini, Cakka tak pernah bisa mendapatkan tidur yang nyenyak. Setiap hari Biru mengganggu tidurnya dan membuatnya tambah malas untuk bangun. Jujur, sebenarnya Cakka benci dengan orang yang terlalu terburu-buru.

Rabu, 14 Januari 2015

Cerbung | The Real Him Part 1


Kalau berbicara soal Cakka, mungkin sebagian besar orang yang mengenalnya akan menjawab dia adalah seorang lelaki menyebalkan dan aneh. Ia yang tercipta lengkap dengan lima indera sama sekali tak menggunakan keberuntungannya dengan baik. Terutama mulutnya. Kalau kata orang, dia itu terlalu hemat berbicara. Satu kata yang keluar dari mulutnya terasa berjuta-juta harganya. Tapi sekalinya berbicara panjang, bisa menusuk perasaan orang.

Minggu, 23 November 2014

Cerbung | Impian Bola Basket Part 29 [ending]


Ketika kuarter keempat mulai, tim SMPN 1 lagi-lagi meluncurkan strategi yang berbeda. Mereka mencoba untuk melakukan defense sebanyak mungkin agar dapat membuat CRAG Team kelelahan. Namun, tentu saja Cakka dan teman-temannya tidak terpancing untuk menuruti mereka. Mereka tetap sebisa mungkin terlihat semangat dan fokus pada tujuan mereka. Melakukan yang terbaik apapun yang terjadi.

Cerbung | Impian Bola Basket Part 28


Cakka bergerak-gerak ketika sinar matahari masuk melalui jendela kamarnya. Pagi itu, posisi tidurnya sudah tidak beraturan. Rambut pendeknya juga sudah berantakan. Perlahan-lahan ia membuka matanya yang masih mengantuk dan berusaha duduk di tempat tidurnya.

Cerbung | Impian Bola Basket Part 27


Gabriel, Rio dan Ray hari ini pulang bersama karena mereka ingin berkumpul lagi di rumah Ray. Diceramahi Pak Jo belakangan ini menjadikan kepala mereka sangat pusing. Kolam berenang di rumah Ray bisa dijadikan refreshing sejenak sebelum lanjut bertanding lagi besok. Namun, tiba-tiba Ray merasa panik karena menyadari ada sesuatu yang hilang.

Cerbung | Impian Bola Basket Part 26


TOK… TOK… TOK…
Cakka menoleh ke arah pintu ketika mendengar pintu kamarnya diketuk. Ia berjalan mendekati pintu kamarnya dan segera membukanya pelan-pelan. Ia pikir mungkin kedua kakaknya atau Bunda yang ada di balik pintunya itu. Namun, dugaannya salah. Ternyata orang lain. Cakka sampai kaget melihat kehadirannya.

Jumat, 14 November 2014

Cerbung | Impian Bola Basket Part 25


Terdengar suara langkah terburu-buru ketika Cakka turun ke bawah sambil mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk. Begitu ia masuk ke ruang keluarga, ia mendapati kakak perempuannya sudah siap dengan seragam sekolahnya. Kakinya melangkah ke sana kemari, sibuk mengambil barang-barang yang ia butuhkan. Benar juga, hari ini kan hari pertamanya mengikuti Ujian Nasional, sehingga Cakka akan libur tiga hari ke depan.

Cerbung | Impian Bola Basket Part 26


TOK… TOK… TOK…
Cakka menoleh ke arah pintu ketika mendengar pintu kamarnya diketuk. Ia berjalan mendekati pintu kamarnya dan segera membukanya pelan-pelan. Ia pikir mungkin kedua kakaknya atau Bunda yang ada di balik pintunya itu. Namun, dugaannya salah. Ternyata orang lain. Cakka sampai kaget melihat kehadirannya.

Rabu, 12 November 2014

Cerbung | Impian Bola Basket Part 24


Berkali-kali Cakka melakukan lay-up di lapangan, mencoba mencetak angka untuk dirinya sendiri. Namun, usahanya tak kunjung berhasil sampai setengah bajunya basah dengan keringat. Ia menangkap bolanya yang mental dan segera memantulkannya keras sembarangan. Kemudian, ia berjalan menuju bangku yang ada di pinggir lapangan untuk beristirahat. Ia menundukkan kepalanya, membiarkan ia mengatur nafasnya terlebih dahulu.

Cerbung | Impian Bola Basket Part 23


Setelah ekskul basket selesai, Cakka langsung buru-buru pulang tanpa menunggu teman-temannya. Masih ingat dengan janji Ayah kepada Cakka, bukan? Karena itu, dia tak ingin membuat Ayah menunggu terlalu lama. Apalagi dia harus mandi dan bersiap-siap terlebih dahulu sebelum pergi. Tak mungkin ia pergi ke rumah orang lain dengan badan bau tak sedap. Entah teman-teman Cakka akan mengerti atau tidak tanpa harus Cakka beritahu soal ini. Tadi dia tak sempat memberitahu mereka.

Selasa, 11 November 2014

Cerbung | Impian Bola Basket Part 22


Hari pertama semester genap!
Tentu saja Cakka semangat untuk bangun pagi-pagi dan bersiap-siap ke sekolah. Ia mandi sekitar jam lima pagi, kemudian membuat sarapannya sendiri dengan roti dan telur. Biru, Elang, Ayah dan Bunda sampai kaget melihat Cakka sudah melahap sarapannya ketika mereka semua baru bangun tidur. Bukan hanya karena ingin cepat-cepat bertemu dengan teman-temannya lagi, namun juga karena ia ingin segera menjadi pelajar kembali. Rasanya sudah lama sekali ia memegang buku pelajaran. Dan itu membuat tangannya ‘gatal’.