Cakka
memberanikan diri membuka matanya begitu ia merasa aman. Padahal ia sudah
pasrah saja membiarkan dirinya terkena tamparan. Tangan yang sempat diayunkan
temannya itu sama sekali tidak menyentuh pipinya sedikitpun. Perasaan takut
yang sempat menghantuinya pelan-pelan memudar begitu melihat sesosok laki-laki
tengah menahan tangan temannya itu dengan kuat.
Tampilkan postingan dengan label Cerita Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Keluarga. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 Agustus 2014
Selasa, 15 Juli 2014
Mini Cerbung | Unforgiven Part 3 [Ending]
Hari ini
Cakka kembali memakai kaus merahnya. Sambil menatap dirinya di depan cermin, ia
merangkap kaus merahnya itu dengan jaket biru kehitaman dengan lengan panjang
berwarna abu-abu. Ia juga memilih celana panjang jeans biru sebagai bawahannya.
Rambut harajukunya ia sisir dengan rapi dan dipakaikan gel agar terlihat lebih
keren. Setelah itu, ia langsung tersenyum. "Perfect." katanya.
Mini Cerbung | Unforgiven Part 2
Pelan-pelan
Cakka menekan tuts-tuts piano di hadapannya. Untuk beberapa saat ia menciptakan
sebuah intro lagu yang cukup mellow, sesuai dengan nada-nada yang muncul di
kepalanya. Kemudian, ia berhenti sejenak. Sejujurnya, ia pun tak tahu mau
memainkan lagu apa. Otaknya penuh dengan memori-memori masa lalu yang masih
belum bisa ia lupakan.
Mini Cerbung | Unforgiven Part 1
“CAKKA…
CAKKA… CAKKA…”
Terdengar
suara gemuruh dari penonton di GOR UNY, Jogjakarta saat itu. Langit sudah
gelap, jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Tapi, pemuda tinggi yang sejak
tadi ditunggu mereka belumjuga muncul di atas panggung. Tangan mereka diangkat
ke atas seolah-olah menuntut kemerdekaan. Wajah mereka menyinggungkan senyuman
penuh harapan.
Langganan:
Postingan (Atom)



