Tampilkan postingan dengan label Pelangi Ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelangi Ayah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juni 2014

Cerpen | Pelangi Ayah



“Kau harus jadi pebisnis untuk meneruskan perusahaan Ayah!”
Cakka langsung berlutut di lantai rumahnya begitu langkah Ayah menjauh. Pelan-pelan tangannya membersihkan beberapa kertas yang sudah berantakan di hadapannya. Matanya berkaca-kaca. Beribu-ribu tetes keringat yang ia keluarkan untuk kertas-kertas itu sudah tak terhitung lagi. Namun, semuanya punah hanya dengan gerakan tangan beberapa detik dari Ayah.